Selasa, 17 Maret 2009
CERPEN
Makan malam hari ini sungguh tidak menyenangkan. Mamahku tetap tidak mengijinkanku untuk membuat pesta ulang tahunku yang ke dua belas, yang tinggal beberapa hari lagi. Tapi ulang tahun Elisa yang ke tujuh belas yang jatuh pada minggu kemarin dirayakan besar-besaran dirumah. Weeeekk….sungguh menyebalkan. Mengundang sahabat-sahabat aku pun tidak diperbolehkan.Ya mamahku mempunyai alasan tertentu mengapa ia tidak memperbolehkanku membuat pesta ulang tahunku, karena pada dua tahun terakhir ini banyak sekali pemberitaan pembunuhan anak-anak yang masih dibawah umur yang terjadi dibeberapa negara. Kebanyakan korban pembunuhan itu anak-anak berumur tiga sampai empat tahun. Karena itulah mamahku tidak mengijinkanku merayakan pesta ulang tahunku. Ya…aku mencoba untuk bersabar dan menerimanya dengan ikhlas.
Keesokan harinya, seperti biasa saat aku pulang sekolah, laki-lakiyang paling menyebalkan dikomplek rumahku menghadangku bersama kedua temannya yang sama menyebalkannya. Tom-tom adalah anak anak yang menyebalkan yang senang sekali menggangguku, menjahiliku bahkan suka memalakku. Bila aku mencoba untuk melawannya, pasti ia dan teman-temannya akan menghajarku habis-habisan. Menurutku Tom-tom tidak lain seperti kecoa, gayanya saja yang keren abis tapi tampangnya seratus persen jelek. Badannya tinggi besar, kulitnya putih, rambutnya belah pinggir dan berponi kesamping, giginya tonggos dan dibawah matanya terdapat bintik-bintik hitam Yang menurutku itu karena ia hobby melihat majalah porno. Tom-tom dan kedua temannya lebih tua dariku, mereka berumur empat belas tahun tapi tingkahnya seperti anak bayi. Hari itu Tom-tom dan kedua temannya memukuliku dan menyiramku dengan jus alpukat karena kemarin aku dipergoki jalan-jalan berdua dengan Cathy teman sekelasku yang juga disukai oleh Tom-tom.
“Hai culun, awas ya…kalau kau masih dekat-dekat dengan Cathy akan ku makan kau!” Ancam Bim-bim. Bim-bim laki-laki bertubuh gendut dan tentu hobbinya makan.
Ya, aku memang laki-laki yang bertubuh kecil, kurus dan memakai kaca mata dan juga lemah. Tapi bukan berarti aku tidak punya harga diri.
“Hei Andrew, tiga hari lagi adalah hari ulang tahunku dan rencananya aku akan membuat pesta besar-besaran dirumah karena kebetulan orang tuaku sedang pergi keluar negeri. Jadi aku bias bebas bersengan-senang dengan teman-temanku dan juga tersayangku Cathy.”
“Iya, kita bias bersenang-senang.” Ucap Hilo ikut-ikutan. Ia bertubuh sangat kurus dan tinggi.
Aku sangat terkejut. Baru kali ini Tom-tom merayakan ulang tahunnya dan terlebih yang mengejutkan lagi adalah hari ulang tahunnya sama denganku. Aaaaakh…tidak! Ini tidak mungkin. Ternyata si kecoa Tom-tom itu lahir pada tanggal yang sama dengannku, menyebalkan!
“Aku sangat berbaik hati padamu. Kau boleh datang kepestaku, tapi tidak dengan pakaian culunmu itu. Nanti aku kukirim kartu undangannya.” Ucapnya dengan penuh kesombongan. Lalu iamendorongku sehingga ku terjatuh. Mereka pun tertawa dan pergi meninggalkanku. Dasar kesoa bau! Ketusku.
Saat sampai dirumah, aku langsung mandi , makan dan memutar kaset lagu-lagu kesukaanku keras-keras. Rasa kesalku belum juga hilang. Rasanya aku ingin mencabik-cabik tubuh Tom-tom. “Sebaaaal….!!” Teriakku.
“Andrew, bisa kau kecilkan suaranya. Aku pusing mendengarkan lagu-lagu cengeng yang kau putar!” Ketus Elisa yang tiba-tiba masuk kekamarku.
Ya…memang sih, aku menyukai lagu-lagu pop dan disaat kesal pun aku memang suka memutar lagu-lagu kesukaanku yang selalu dibilang lagu cengeng oleh Elisa. Elisa tipikal cewek tomboy, dan ia adalah penganut gothic.
Malamnya saat aku menceritakan tentang pesta ulang tahun Tom-tom, orang tuaku mendukungku untuk datang ke acaranya begitu pun dengan Elisa yang sangat mendukungku.
“Setidaknya di hari ulang tahunmu tidak membosankan. Kau harus banyak bergaul dengan semua orang seperti aku. Aku kan malu kalau mempunyai adik culun sepertimu.” Ucap Elisa dengan pandangan yang sinis.
Tiga Hari Kemudian.
Pukul tiga sore Becky sahabat baikku datang menjemputku kerumah.. Ia memakai baju ala R ‘n B dengan kalung blink-blinknya. Becky mempunyai rambut kribo , tingginya melebihi aku dan kulitnya gelap. Ia pun berdiri di hadapanku dan bergaya-gaya seperti model, sambil membenarkan tatanan rambutnya.
“Hei men (man), aku kerenkan? Hei, yo…yo…what’s up!” Ucapnya dengan gaya R ‘n B-nya.
Aku pun tertawa melihat tingkahnya yang konyol. Hari ini langit terlihat mendung, sehingga aku semakin malas untuk pergi ke pesta Tom-tom yang mulai jam tujuh malam nanti seperti yang tertera pada kartu undangannya.
”Kenapa kamu tidak siap-siap men? Hari ini kita akan bersenang-senang.” Ucap Becky dengan sibuk merapihkan bajunya dengan bersiul.
”Malas aku datang ke pestanya.”
”Oh...men. Kau ini memang jadul, jaman dulu alias ketinggalan jaman. Sampai kapan kamu terus menjadi anak tolol dan culun? Kalau kamu tidak datang kepestanya berarti kamu itu pengecut. Apa kamu rela, si cantik Cathy direbut oleh Tom-tom? Pikir dong, pikir!”
Aku pun terdiam sejenak. Benar juga ya, perkataannya si hitam Becky. Mulai sekarang aku akan mencoba berubah untuk tidak pengecut lagi. Aku pun segera bangkit dari tempat tidur lalu segera pergi kekamar mandi. Setelah selesai mandi, aku memakai pakaian yang paling bagus yang aku punya. Lalu aku pun merapikan rambutku dengan memakai jel rambut yang pinjam dari ayahku. Tapi nampaknya cuaca tak mendukung, langit semakin mendung. Dan saat ku lihat jam dinding ternyata baru saja jam empat sore tapi suasananya seperti sudah jam enam sore. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara petir yang menggelegar.
”Hoo...men. Sepertinya akan datang hujan besar. Tidak, tidak tidak...” Ucap Becky sambil menggoyangkan kepalanya.
Akhirnya pukul tujuh pun tiba. Aku dan Becky segera pergi ke rumah Tom-tom yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Sesampainya disana ku lihat banyak sekali teman-teman Totom yang datang. Ada yang diantar dengan menggunakan mobil mewah, ada juga yang sudah bisa membawa mobil atau motor sendiri.
”Ow, yo...yo...yo... Pasti pesta yang sangat menyenangkan. Ayo kita masuk!” Ajak Becky. Lalu ia pun berjalan lebih dulu dengan gaya R ’n B-nya.
Setelah memasuki rumahnya yang besar, aku melihat gadis cantik menatapku dan tersenyum. Ia memakai gaun yang sangat lucu dan juga memakai bando yang serasi dengan warna gaunnya. Cathy, dialah gadis yang kusukai. Tiba-tiba sesosok tubuh gendut menabrakku, lalu ia pun tertawa.
”Hei culun, akhirnya kau datang juga. Memangnya ada cewek yang mau berdansa dengan mu di pesta ini?“ Tanyanya meledek dengan makanan yang memenuhi mulutnya.“Dasar tolol!“ Ucapnya.
Pesta pun berjalan dengan lancar. Aku hanya duduk terdiam disalah satu meja makan dengan ditemani segelas mocacinno. Sementara Becky sibuk mencari dan merayu cewek dan yang membuat hatiku sakit adalah Tom-tom dan Cathy sedang asyik mengobrol berdua disalah satu meja makan yang tidak jauh dari tempat aku duduk. Tom-tom adalah orang kaya sehingga ia mampu membuat pesta yang meriah dan juga mudah mendapatkan cewek.
“Hei, aku punya sesuatu untukmu.” Ucap Hilo yang tiba-tiba datang bersama Bim-bim. Lalu ia pun memperlihatkan sebuah boneka kecil yang berbentuk orang-orangan berwarna hitam dengan ditempeli sebuah nama yang tidak terbaca olehku. “kau tahu ini apa?”
“Boneka.”
“Ya jelaslah ini boneka. Tapi ini bukan sembarang boneka. Kata teman-temanku boneka ini dapat mendatangkan kenikmatan pada kita.”
”Aku tidak percaya.”
”Sudah kau diam saja!”Ketus Bim-bim dengan memukul kepalaku dengan tangannya.
”Pertama-tama kau harus mempunyai boneka seperti ini dan harus berwarna hitam. Lalu kau beri nama dan ditempelkan didadanya, nanti ku beri tahu namanya. Lalu setelah itu kau tumpahi boneka ini dengan darah kodok atau hewan apa pun.” Lalu Bim-bim pun menumpahkan darah kodok yang disimpan disebuah tabung kecil yang dibawanya.
”Setelah itu, kau terus sebut namanya sampai kau merasa merinding. Kalau sudah merinding maka makhluk ghaib itu akan mendatangimu dan mengabulkan semua yang kau mau.” Lalu tiba-tiba Hilo menakut-nakutiku dan ia pun tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresiku yang ketakutan. Ia pun dengan seenaknya membuang boneka itu didekatku lalu mereka pergi sambil tertawa.
Beberapa menit kemudian udara terasa sangat dingin. Dan saat kulihat jam tanganku ternyata menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Aku melihat Tom-tom dan Cathy sedang asyik berdansa. Aku hanya memandangi Cathy dari jauh. Ternyata semakin malam udara semakin dingin, oh...ya aku baru ingat kalau musim dingin sudah dekat. Sedih hatiku melihat Cathy bermesraan dengan Tom-tom, sedangkan aku disini hanya bisa mengkhayal kalau andai saja aku bisa berdansa bersamanya. Entah berapa lama aku terdiam memimpikan hal-hal yaang indah bersamanya walaupun itu tidak akan mungkin terjadi. Aku terus menatap Cathy dengan berkhayal kalau aku dapat berdansa dengannya. Tapi lama kelaman aku merasa mengantuk. Tiba-tiba saja aku merasa bulu kudukku merinding. Terdengar suara musik yang diputar semakin keras sehingga aku tidak bisa mendengarkan percakapan orang-orang yang ada disekitarku. Aku merasa sangat pusing .
Tiba-tiba sesuatu yang tak pernah kuduga terjadi pada diriku. Cathy datang menghampiriku dan tanpa berkata apa-apa ia mengajakku berdansa. Ya...aku menuruti saja apa kemauannya. Aku rasa, cukup lama aku berdansa dengannya. Lalu beberaapa menit kemudian ia mengajakku berjalan pergi kesebuah kamar yang berada dilantai atas.
”Cath, ini kamar siapa?” Tanyaku bingung dengan kelakuan Cathy yang aneh.
Tapi ia menggenggam tanganku erat-erat dan mengajakku masuk kekamar itu. Aku seperti terhipnotis olehnya. Dan lalu ia mendorongku ketempat tidur dan aku pun tersungkur jatuh ketempat tidur itu. Cathy berjalan perlahan-lahan mendekatiku,lalu yang lebih parah lagi tapi menyenangkan, ia menciumiku dengann lembut dan penuh perasaan. Aku seperti terbang diatas angin dan merasa sangat senang sekali. Tapi kesenangan itu berubah begitu cepat, tiba-tiba dengan kasarnya ia mencekik leherku.
”Cath, apa yang kau lakukan!” Teriakku
”Hai nak?” Ucapnya dengan suara yang menyerupai kakek-kakek.
Aku berusaha berteriak sekuat tenaga meminta tolong, memanggil nama Becky tapi sepertinya tidak ada satu orang pun yang mendengarkanku. Suara musiknnya terlalu besar, sehingga suara teriakanku teredam oleh suara musik.
Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. Aku sama sekali tidak bisa bernapas. Cekikkan Cathy terlalu kuat, sehingga aku tidak bisa mengelak. Dan samar-samar aku mendengar suara teriakan Becky. Ia memanggil-manggilku, tapi entah dari mana.
Dan, hal yang paling menyeramkan dalam hidupku pun tiba. Tiba-tiba tangan Cathy yang lembut berubah menjadi tangan yang tua dan keriput. Kuku-kukunya pun berubah menjadi panjang-panjang hitam dan runcing.
”Cath, kau kenapa? Siapa kau sebenarnya?!”
Dan....dan tidaaaaaaakk....!!!!! Tangan itu dengan sangat cepat melesat kekepalaku.
”Hahahahaha......selamat tidur nak. Aku Evillusion....akan datang menemui teman-temanmu dan bermain-main dengan ilusi kalian. Tunggu aku....”
STORY BY : PAULINA SAKTIANI A
NIM : 02.C.070811
TUGAS KARAKTER
Ia adalah seorang kakek-kakek yang sangat menyukai anak-anak kecil. Ia adalah seorang iblis yang berkedok kakek-kakek. Ia selalu mencari korban yang antara lain korbannya adalah anak-anak kecil dengan memberikan mereka ilusi atau sebuah khayalan kepada anak-anak kecil yang nantinya justru akan mengancam diri mereka sendiri. Ia selalu datang didalam mimpi dan datang pada saat mereka sedang melamun.
Ia senang membunuh anak-anak pada saat mereka sedang asyik-asyiknya berada dibawah alam sadar mereka yaitu dunia ilusi dengan cara memotong leher mereka dengan kuku-kukunya yang panjang, runcing serta berwarna hitam. Lalu ia pun memotong sebelah telinga mereka dan mengambil sebelah mata mereka. Evillusion, demikianlah panggilannya ia senang sekali kepada anak kecil yang sedang menangis. Maka bila ia mendengar suara anak kecil menangis dan suaranya ini sampai terdengar ketelinganya, ia tak segan-segan menghampiri anak itu. Ia tidak terlalu suka kepada bayi, ia lebih suka terhadap anak-anak diatas umur satu tahun sampai umur tujuhbelas tahun. Karena ia senang melihat ekspresi wajah anak-anak saat mereka ketakutan.
Iaa pun suka terhadap anak yang susah tidur. Biasanya anak-anak yang susah tidur mereka akan mengkhayal sesuatu yang mereka sukai agar mereka bisa tertidur, nah saat mereka sedang berkhayal itulah ia akan datang memberikan ilusi yang seakan-akan yang mereka bayangkan itu nyata. Ia selalu datang pada saat musim dingin tiba.
Perawakannya, tubuhnya kurus dan bongkok sehingga ia harus berjalan dengan menggunakan tongkat kesayangannya yang ia beri nama ‘Black Cerberrus”. Ia memakai pakaian formal berwarna hitam dengan rambut putihnya yang panjang hingga menutupi wajahnya. Kuku-kukunya panjang, runcing dan berwarna hitam. Ia sudah hidup ratusan tahun dan sampai saat ini belum ada orang yang bisa melenyapkannya. Dan tidak satu orang pun yang tahu mengenai latar belakang kehidupannya saat ia masih hidup didunia. Tapi semakin ia banyak membunuh anak-anak kecil ia semakin bertambah kuat dan tubuhnya semakin persis seperti manusia biasa.
Jumat, 27 Februari 2009
CINTA ALBINO
“Pergi kau! Pergi dan jauhi diriku setan putih! Dasar kau setan salju!” Teriak wanita itu.
Memang kejadian itu sudah lama, saat aku berada di kelas satu SMP. Dan sekarang aku sudah berkuliah disalah satu perguruan tinggi di Bandung. Dan keadaan pun sama saja seperti saat aku berada dibangku sekolahan . Jarang sekali orang-orang yang mau berteman denganku.
Aku bukanlah lelaki kuat yang dapat melindungi wanita yang kucinta dan kusayangi dari kejamnya dunia ini. Aku bukan lelaki romantis yang dapat membawakan bunga-bunga indah berwarna-warni untuk menghiasi hati wanita yang aku cintai agar terlihat lebih cantik, indah dan menakjubkan. Aku bukanlah lelaki hebat yang dapat membawakan berjuta-juta keinginan yang diharapkan kekasihku. Aku rasa, aku bukanlah apa-apa. Tapi aku adalah seorang lelaki yang mempunyai perasaan cinta, sayang, ingin disayangi, dicintai dan juga dihargai.
Kulitku putih, hampir sama dengan warna salju dan kadang teman-temanku suka mengatakan, “Aldi, kulitmu putih dicat ya? Kau mau menyaingi putihnya tembok rumahmu?” lalu mereka pun tertawa. Bukan hanya kulitku saja yang putih, tapi rambutku, alis mata beserta bulu mataku, kumisku, dan bulu-bulu ditangan dan kakiku terlihat agak berwarna kuning dan begitu pun bulu-bulu yang lainnya. Pastilah bukan berwarna hitam. Itulah yang membedakanku diantara yang lainnya.
Pernah saat aku jalan-jalan sendirian di sebuah pusat perbelanjaan. Ada seorang ibu-ibu bersama anaknya yang masih kecil sekitar empat tahunan bertanya kepadaku dengan memakai bahasa inggris. Ibu itu sepertinya keturunan orang cina, matanya sipit, kulitnya putih bersih, rambutnya hitam lurus pendek, dan tinggi semampai. Ibu itu menanyakan sebuah jalan kepada saya, dan sesudah saya beritahu dan menjelaskan kepadanya mengenai jalan yang ditanyakannya, ia betanya kembali kepada saya
“Anda orang mana? Dari Negara mana?” Tanyanya.
Mungkin dia pikir, saya ini orang bule. Mentang-mentang kulit saya putih. Ya sudah saja, saya langsung menjelaskan kepadanya bahwa saya adalah orang Indonesia asli dan bahwa saya adalah seorang albino, sehingga kulit saya putih seperti halnya orang-orang bule. Ya…begitulah kehidupanku, saat aku berjalan sendirian banyak orang-orang yang memandangiku dan menatapku dengan berbagai macam ekspresi. Sampai-sampai ada seorang gadis remaja memakai seragam SMA, ia terus menatapku sampai akhirnya ia menabrak kaca salah satu toko. Ya…mungkin aku sangat menarik baginya.
Aku pikir, aku tidak akan menemukan seorang wanita yang dapat mencintaiku sepenuh hatinya. Akan tetapi, suatu hari saat aku sedang duduk sendirian di taman yang berada dikampusku, tiba-tiba datang seorang wanita menghampiriku. Ia mengajakku berkenalan dan lalu ia pun berbincang-bincang denganku. Ia sangat cerewet dan banyak sekali topik yang dibahasnya bersamaku dan sempat ia pun bertanya kepadaku mengenai penyakit albino. Dia adalah wanita yang baik, ramah, cerewet, dewasa dan pengertian. Ia selalu mendengarkan dengan baik apa yang aku jelaskan padanya tentang penyakitku atau pun saat aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Tingginya sekitar 155 cm, kulitnya sawo matang,rambutnya hitam panjang dan sedikit bergelombang. Intinya ia sangat manis sekali. Akan tetapi sayangnya, ia berbeda jurusan denganku. Ia mengambil jurusan bahasa Perancis, sedangkan aku mengambil kedokteran walau pun aku tidak tahu apakah aku bisa menjalaninya atau tidak. Karena jujur, aku lebih berminat pada kesenian khususnya pada seni lukis, tapi orang tuaku memintaku untuk masuk kedokteran. Yang aku takutkan bila aku menjadi seorang dokter, aku takut pasien yang aku tangani tidak sembuh-sembuh karena dokternya adalah seorang hantu putih yang bisa mengobati. Apalagi bila pasiennya seorang anak kecil, pasti ia berteriak-teriak saat melihatku.
Tidak terasa sudah satu bulan aku berteman dengannya. Parisa, begitulah namanya. Jujur aku merasa sangat tenang, nyaman dan bahagia saat berada didekatnya. Tapi aku juga merasa sangat takut. Takut saat dimana aku mulai mencintainya dan ingin memilikinya, tapi ternyata aku tidak bisa hidup bersamanya. Setiap malam, aku selalu merenungkan perasaanku ini terhadapnya. Tapi apa dayaku, aku bukanlah lelaki yng diidamkannya, dan aku tidak pantas menjadi seseorang yang spesial dihatinya.
Aku selalu menyempatkan waktuku untuk bertemu dengannya dan menghabiskan waktuku bersamanya. Sampai saat ini, Parisa pun masih menyendiri. Ia baru saja putus dengan kekasihnya beberapa bulan yang lalu. Ia adalah wanita yang periang, betapa pun banyaknya masalah yang sedang dihadapinya ia masih mencoba untuk tersenyum. Dan itulah yang sangat kusukai darinya. Karena dia, aku lebih bersemangat dalam menjalani hidupku.
Tiga bulan sudah aku berhubungan dengannya sebagai teman. Aku semakin tidak bisa menahan rasa cintaku ini padanya yang sudah membakar tubuhku ini sampai ke akar-akarnya. Perhatian yang selama ini ia berikan padaku, semakin menguatkanku kalau ia sedikitnya mempunyai perasaan terhadapku.
Saat minggu tiba, aku mengajak Parisa untuk mengunjungi rumahku. Sesampainya dirumahku, aku memperkenalkannya pada orang tuaku. Aku senang sekali karena kedua orang tuaku menerima Parisa dengan hangat, walau pun aku tahu dihati mereka tersimpan rasa takut kecewa yang mendalam pada Parisa. Setelah itu, aku mengajaknya melihat ruangan pribadiku. Ruangan yang dimana sebagai tempat untuk menenangkan pikiranku dan tempatku untuk menuangkan segala isi pikiran dan hatiku menjadi sebuah lukisan.
“Aldi, aku tak menyangka ternyata kau pintar sekali melukis.” Puji Parisa. Lalu ia pun melihat-lihat semua hasil lukisan Aldi yang dipajang diruangan tesebut.
“Aldi, wanita yang kau lukis ini siapa?” Tanya Parisa yang tertarik terhadap salah satu lukisan Aldi. Dilihatnya lukisan seorang wanita setengah badan. Rambutnya hitam panjang dikucir dua dengan memakai pita berwarna pink sedang tersenyum. “Ini adikmu?” Tanyanya lagi
“Bukan, itu….” Aldi terdiam tak mampu meneruskan kata-katanya
“Siapa?” Desak Parisa
“Dia cinta pertamaku. Tapi sayangnya cintaku bertepuk sebelah tangan. Ia sangat baik kepada semua orang tapi tidak kepadaku. Mungkin baginya diriku ini sangat menakutkan. Aku suka sekali terhadap senyuman dan tawanya. Ia terlihat sangat cantik dan manis sekali.” Jelas Aldi
Setengah jam kemudian, aku mengajak Parisa melihat-lihat kebun yang berada dibelakang rumahku. Dan kami berdua pun melanjutkan pembicaraan kami disana.
Jantungku berdegup sangat kencang dan keringat dingin pun mulai bermunculan. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana untuk menyatakan perasaanku ini padanya. Tapi aku tidak mau untuk terus menjadi lelaki pengecut. Aku harus menyatakan perasaanku ini padanya, walau pun jawabannya menyakitkan.
“Paris, apakah ada wanita yang akan mencintaiku sepenuh hatinya?”
“Pasti akan ada. Memangnya kenapa?”
Aldi pun terdiam sejenak. “A…aku takut. Aku takut bila tak ada wanita yang menyukaiku apa adanya. Kamu tahu, banyak wanita yang berteriak saat aku berada dekat dengannya. Ya…mungkin aku sangat menyeramkan.”
Tiba-tiba Parisa tertawa. “Menyeramkan? Bagiku kau sangat lucu. Jarang ada orang sepertimu. Kulitmu putih seperti putri salju, atau mungkin kau adalah pangeran saljunya?” Ucap Parisa lalu tertawa lagi. “Aldi, apa yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin. Maka dari itu kau tak boleh berhenti berharap dan berusaha untuk mendapatkan apa yang kau mau.”
“Iya. Kalau hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin, berarti…menurutmu mungkin tidak kalau aku menyukaimu?”
Parisa pun terdiam sejenak karena terkejut mendengar perkataan Aldi. “Maksudmu?”
“Aku ingin kau menjadi kekasihku dan apabila mungkin, aku ingin kau menjadi pertama dan terakhir untukku.”
Suasana pun menjadi hening. Mereka berdua saling bertatapan. Dan tiba-tiba Parisa pun tertawa terbahak-bahak
“Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?” Tanya Aldi dengan perasaan kecewa atas perilaku Parisa yang menertawakan dirinya.
“Maaf, ekspresimu sangat lucu.”Jawabnya. “Aku tidak menyangka kalau kau akan mengatakn suka kepadaku.”Ucapnya
“Ya…tidak usah dijawab sekarang, kau punya waktu untuk memikirkannya.” Jelas Aldi
Saat mereka kembali kedalam rumah dan melewati ruangan pribadi Aldi, tiba-tiba Parisa menghentikan langkahnya.
“Ada apa?”Tanya Aldi
“Kenapa kau bisa menyukaiku?”
“Kenapa? Karena darimulah aku mendapatkan suatu pelajaran yang sangat penting. Sifat periangmu dan keceriaanmu diatas masalah-masalahmu yang membuatmu tetap semangat menghadapi segala masalahmu. Itulah yang membuatku jatuh cinta kepadamu. Dan kau, kau kini tak lain adalah nyawaku. Aku kembali bersemangat dalam menjalani hidupku yang hampa, tak lain karenamu.”
“Terimakasih. Kalau begitu, aku ingin kau melukis diriku sebagus mungkin, lebih bagus dari cinta pertamamu.” Ucap Parisa dengan tegas.
“Baiklah, sekarang kau harus menjadi modelku dan akan kulukis sekarang.”
“Aku tidak mau menjadi modelmu. Aku ingin berada didalam ingatanmu dan lalu kau lukis, dan besok harus sudah selesai. Temui aku besok pukul empat sore di taman kampus.”
Keesokannya, aku membawa hasil karyaku ini yang aku buat semalaman tanpa tidur. Pukul empat sore aku menemui Parisa ditaman kampus.
Hari ini keadaan kampus sangat sepi, sehingga hanya ada beberapa orang yang berada ditaman kampus termasuk Parisa dan aku.
“Selamat sore tuan putri, ini lukisannya sudah selesai dan….jangan lupa bayarannya.”Ucapku lalu memberikan senyuman terindahku padanya
Parisa pun membuka perlahan-lahan bungkusan lukisannya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat lukisan tersebut. Dilihatnya lukisan tersebut bergambar dirinya yang sedang duduk ditaman itu dengan tersenyum serta rambut indahnya yang tergerai ditiup angin, sungguh membuat Parisa terlihat sangat cantik
“Terimakasih atas lukisannya. Lalu bayarannya adalah….kau harus menjagaku, menyayangiku dan mencintaiku dengan sepenuh hatimu, sebagaimana aku mencintaimu apa adanya.”
Aldi tercengang atas ucapan Parisa tersebut. “Maksudku, aku sangat bersedia untuk menjadi kekasihmu.” Ucap Parisa kembali
“Benarkah itu? Ya Tuhan, terimakasih…..” Ucap Aldi dengan bahagia.
Aku dan Parisa menjalani hubungan dengan penuh rasa kasih sayang. Walau pun bila ada masalah diantara kita berdua, kita selalu berhasil menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut dengan baik. Banyak sekali kenangan-kenangan indah bersamanya. Bagiku kebersamaan yang aku lewati dengannya adalah suatu hal yang sangat istimewa dan tak akan pernah aku lupakan. Dan aku sangat bahagia bisa memilikinya.
Akhirnya satu tahun sudah aku berhubungan dengannya. Parisa pun memberanikan dirinya untuk mengenalkanku pada orang tuanya.
Tentu aku merasa gugup dan takut. Aku takut sekali, kalau-kalau orang tuanya tidak mau nmenerimaku dan merestui hubungan kami berdua. Benar-benar persiapan mentalku harus sangat matang, aku sudah bisa menebak bahwa orang tuanya pasti tidak menyetujui anaknya untuk menikah denganku.
Dan ternyata benar dugaanku. Saat aku datang kerumahnya, singkatnya saat Parisa memperkenalkanku bahwa aku adalah kekasihnya, mamahnya sangat terkejut dan langsung melontarkan kata-kata pedas kepadaku.
“Aku tidak akan menyetujui anakku berhubungan dengan laki-laki yang mengidap penyakit albino. Bagaimana nanti dengan keturunannya? Pasti akan persis seperti ayahnya. Tidak! Saya tidak menyetujui anak saya untuk menikah dengan kamu!” Ucap mamahnya Parisa sangat marah sekali. Begitu pula dengan ayahnya, ia tidak merestui hubungan kami berdua.
Perkataan ibunya sangat menyakitkan dan memukulku. Seharusnya aku tidak usah bersedih, karena ini adalah resiko yang harus aku terima. Aku pun menceritakan hal ini pada orang tuaku. Dan ibuku berpendapat bahwa aku tidak usah meneruskan hubunganku dengan Parisa lagi, karena akan menyakiti kedua belah pihak.
Tak pernah terpikirkan olehku bahwa masalah yang aku hadapi akan seberat ini. Keesokannya, kami berdua bertemu dan Parisa menangis dihadapanku bahwa ia tetap ingin menikah denganku. Lalu aku mencoba sekali lagi untuk berbicara baik-baik dengan orang tuanya, tapi ternyata tetap tidak berhasil. Ayahnya menamparku dan memintaku untuk menjauhi Parisa.
Apa aku salah bila aku mencintainya? Apa aku salah karena yang mencintainya ini adalah seorang albino?
Seminggu sudah berlalu. Aku hampir terkena penyakit typus karena telat makan dan jarang tidur. Bagaimana aku bisa makan dengan lahap dan tidur dengan nyenyak, sementara kekasihku sama sekali tidak memberiku kabar. Dikampus pun aku tidak bertemu dengannya. Malah aku dengar dari sahabatnya bahwa Parisa sudah pindah kampus. Ia sudah tidak berkuliah lagi di kampus ini. Sungguh pikiranku tidak bisa tenang. Handphonenya pun tidak pernah aktif. Apa gerangan yang terjadi padanya?
Tak lelah ku berdoa, memohon dan berharap agar Parisa baik-baik saja. Setiap hari, aku dihadapkan pada kegelisahan yang entah sampai kapan akan berhenti merasakannya. Ketakutan akan sesuatu yang menimpa dirinya.
Suatu hari, tak kuduga Parisa mengirim email kepadaku. Singkatnya, isinya adalah bahwa ia akan dipindahkan keluar kota untuk meneruskan kuliahnya disana. Dan orang tuanya tidak mengjinkannya memegang HP atau pun alat komunikasi lainnya, dan juga tidak ada lagi internet dirumahnya untuk berkomunikasi dengan siapa pun. Dan mungkin ini adalah terakhir kalinya ia menghubungiku. Sungguh tak kuduga orang tuanya sangat kejam sekali.
Aku pun meminta tolong kepada ayahku untuk membantuku. Ayahku mencoba menelepon orangtua Parisa untuk berbicara baik-baik dengan mereka. Tapi tetap saja tidak berhasil. Orang tua Parisa tetap tidak akan menyetujui hubunganku dengan anaknya. Orang tuaku tentu sangat kecewa dengan sikap kasar yang diberikan mereka terhadap kami. Ya…ibuku hanya bisa memberiku semangat dan mencoba untuk terus bersabar karena apa yang aku bisa sudah kulakukan, dan hasilnya adalah nol besar. Aku hanya bisa terdiam di ruang pribadiku dengan menatap lukisan kekasihku yang menyedihkan.
Aku tidak boleh egois, memaksakan diriku menemui orang tuanya lagi untuk meminta restu. Apabila aku melakukan hal tersebut tentu Parisalah yang akan lebih menderita. Ya…mungkin aku dan dia memang tidak dapat bersatu.
Sebulan kemudian aku dirawat dirumah sakit karena penyakit typusku bertambah parah. Aku tidak peduli dengan kondisiku sekarang, yang aku pedulikan hanyalah Parisa. Bagaimana keadaanya sekarang? Apakah bertambah baik atau buruk?
Tak pernah kuduga sebelumnya. Saat malam tiba, tepatnya pukul sepuluh malam, dan dibawah hujan deras, seorang wanita yang begitu kukenal masuk kekamarku dengan tergesa-gesa. Dengan menangis, wanita itu langsung memelukku dan menciumiku. Parisa, ia datang menemuiku. Ia menceritakan semua masalah yang dihadapinya.
“Bagaimana kau bisa kesini?”
“Aku minta ijin kemamahku untuk pergi ke supermarket. Lalu mamahku mengantarku ke supermarket didekat rumah, dan sesampainya disana aku melarikan diri untuk menemuimu. Sahabatku yang memberitahuku bahwa kau dirawat dirumah sakit ini.” Jelasnya
Kami berdua pun membicarakan semua masalah yang kami hadapi masing-masing, dan kami pun membicarakan bagaimana jalan keluar yang terbaik. Parisa tak henti-hentinya mengeluarkan airmata dan ia tetap tidak ingin berpisah dariku. Aku sangat bahagia sekali, karena ada seorang wanita yang begitu sangat mencintaiku. Aku bisa lihat dari sinar matanya, bahwa begitu besar cintanya untukku.Ya…hanya untukku.
“Paris, sedetik bersamamu adalah hal terbesar dan terpenting bagiku. Cinta dan sayangmu yang setulus hati kau berikan untukku adalah suatu hal dan anugrah terindah dari Tuhan untukku. Aku pun sama sepertimu, tidak bisa jauh darimu apalagi berpisah denganmu, aku tidak bisa dan membayangkannya pun aku tidak mau. Tapi aku merasa sedih, kecewa, sakit hati, apabila melihat, mendengar wanita yang begitu kucintai tercabik-cabik hatinya karena aku. Aku….”
“Aldi, aku mohon bawa aku pergi dari sini. Bawa aku kemana pun kamu mau. Aku hanya ingin menikah dan hidup bersamamu bukan dengan laki-laki lain.”
“Aku mengerti Paris. Tapi….aku tidak bisa melakukan hal tersebut. Aku pikir, aku tidak bisa berbuat egois untuk terus memperjuangkan cintaku. Sementara hidup kekasihku diambang kehancuran. Kau selamanya akan merasa tertekan, terpojok, walau pun kau hidup bersamaku. Paris, aku rela bila tak harus hidup bersamamu, karena ini adalah jalan yang terbaik bagi kita. Tapi harus kau ingat seumur hidupmu, bahwa aku akan terus akan mencintaimu seumur hidupku, dan tak akan ada satu wanita pun yang bisa menggantikanmu dihatiku.”
“Tapi aku tidak bisa hidup tanpamu Aldi, aku tidak bisa!” Lalu Parisa pun menangis dengan menggenggam erat tangan Aldi
“Paris, memang hubungan kita tidak direstui. Tapi cintaku padamu akan kekal untuk selamanya. Kau tidak bisa melawan seribu orang hanya untuk mempertahankan satu orang, kau pasti akan kalah.”
“Tapi mengapa cinta kita tidak bisa bersatu? Mengapa?!”
Aldi pun lalu mengusap-ngusap kepala kekasihnya, dan menatap wajahnya yang basah karena air matanya. Dilihatnya pipi kiri Parisa lebam, seperti bekas pukulan.
“Pipimu kenapa?”
Parisa terdiam sejenak. “Pa…pah memukulku, karena aku terus memohon kepadanya untuk bertemu denganmu.”
“Paris, maafkan aku karena telah membuatmu tersiksa. Seperti yang pernah kau katakan, apa yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin. Mungkin sekarang kita tidak bisa bersama, tapi siapa sangka beberapa tahun kemudian kita akan kembali bersama. Kau harus mencoba untuk menerima semua ini dengan ikhlas. Mungkin memang lebih baik kau tidak bersamaku. Kau harus tegar dan terus bersemangat, dan kau harus belajar untuk bisa jauh dariku. Pergilah keorangtuamu, kau akan jauh lebih bahagia tinggal bersama mereka dari pada denganku. Aku ikhlas dan rela untuk melepaskanmu demi kebahagiaanmu.
Bukan berarti aku tidak cinta dan sayang padamu, tapi ini adalah jalan terbaik untuk kita berdua. Jangan melakukan hal yang bodoh. Bila kau melakukan bunuh diri, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Dan ingat, cintaku hanya untukmu dan tidak akan pernah kurang sedikit pun.”
Parisa pun menangis tersedu-sedu dipelukan kekasihnya. Mereka berdua melewati malam yang begitu menyedihkan dibawah derasnya hujan, dan malam itu adalah malam terakhir bagi mereka berdua.
Tiga minggu kemudian.
Kondisiku sudah stabil tapi perasaanku sama sekali tidak. Pukul sepuluh pagi, seseorang mengantarkan sebuah surat kepadaku, dan betapa hancurnya perasaanku saat ku melihat bahwa surat itu adalah surat undangan pernikahan. Dalam waktu dekat ini, Parisa akan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya. Aku yakin, Parisa tidak akan mencintai laki-laki lain selain diriku.
Tak lama kemudian, waktu pernikahan pun tiba. Aku sudah menetapkan hatiku untuk tidak datang ke acara pernikahannya. Hari ini adalah hari kehancuran bagiku. Bagiku tak ada matahari yang dapat menyinari hatiku pada siang hari, dan tak ada lagi bulan yang dapat menyinari hatiku pada malam hari dengan senyumannya. Sang dewi telah pergi meninggalkanku dan takkan pernah kembali kepelukkanku untuk selamanya.
Satu bulan kemudian aku keluar dari jurusan kedokteran. Lalu aku mengambil jurusan psikologi, karena aku merasa nyaman berada dijurusan tersebut, karena tak lain aku tak mau melihat wajah menderita saat mereka berharap besar bahwa aku bisa menyembuhkan mereka. Aku lebih senang memberikan semangat kepada orang-orang, khususnya mereka yang sepertiku.
Lima tahun kemudian
Sudah lama sekali aku tidak mendengar kabar Parisa. Entah bagaimana keadaannya sekarang, dan aku pun tidak tahu ia sekarang berada dimana. Kini aku telah menjadi orang yang sukses. Aku berhasil menjadi seorang psikolog seperti yang aku harapkan, dan aku pun kini menjadi seorang pelukis yang terkenal. Bukan hanya terkenal dinegaraku saja, karya lukisanku sudah menembus pasar internasional dengan mendapatkan banyak penghargaan dari dalam negeri maupun luar negeri. Apabila Parisa mengetahui hal ini pasti ia sangat senang sekali.
Tiba-tiba suatu hari datang kerumahku seorang wanita yang pernah ku kenal. Ia adalah sahabat baik Parisa. Ia menemuiku dengan wajah yang tidak bahagia. Setelah kita saling menyapa, ia memintaku untuk mendengarkan baik-baik mengenai apa yang akan ia katakan padaku. Perasaanku yang telah hancur kini bertambah hancur. Sang dewi yang begitu kupuja kini benar-benar telah meninggalkanku. Tak terasa, air mataku mengalir begitu cepat. Ia menyampaikan bahwa Parisa telah meninggal dunia saat melahirkan anak pertamanya dua bulan yang lalu.
“Aldi, aku telah mencoba menghubungimu berkali-kali tapi sepertinya kau sangat sibuk sekali dengan pekerjaanmu sehingga sangat sulit bagiku untuk menghubungimu.” Jelas wanita tersebut
Selesai berberbicara, wanita itu memberiku sebuah foto. Foto jenazah Parisa sebelum dimakamkan. Tak ada kata-kata yang bisa kukeluarkan dari mulutku. Ku hanya memandangi foto kekasihku yang malang yang telah berada disurga. Mulai hari ini dan seterusnya kegelapan akan menyelimuti kehidupanku. Harapanku, cinta dan sayangku telah musnah. Karena sang dewi yang selalu memberiku semangat telah tiada. Dan kini aku hanya bisa merasakan kehadirannya disaat aku melukis dirinya. Ya….aku akan menghabiskan seumur hidupku hanya untuk melukis. Hanya melukis…..
Aldi Elger menghabiskan seluruh waktunya hanya dengan melukis. Melukis kekasihnya yang telah lebih dulu meninggalkannya.
Selasa, 03 Februari 2009
B. RESENSI BUKU BEBAS
1. Judul Buku : Teen Love on Relationships
2. Penulis : Kimberly Kirberger
3. Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
4. Cetakan : Kedua, April 2001
5. Tebal : 432 hlm
6. Ukuran : 20 cm
7. Tema : Percintaan
Buku ini berisikan tentang permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para remaja. Dan didalam buku ini kamu dapat menemukan kisah-kisah para remaja yang antara lain tentang permasalahan cinta dan hubungan cinta-berikut kegembiraan, ketegangan, kebingungan dan kepedihan mereka-melalui surat-surat, puisi dan kisah-kisah pribadi mereka sendiri. Kasmu juga akan mendapati kejujuran, pemahaman yang tulus dan simpati Kimberly untuk dirimu.
Dengan membaca buku ini, kamu dapat memetik sebuah makna dari salah satu kisah yang ada didalam buku ini dan mendapatkan sebuah pemahaman tentang cinta yang bisa kau ingat untuk menjalani kehidupanmu. Orang-orang dewasa pun sangat bisa membaca buku ini, agar mereka dapat lebih memahami permasalahan para remaja khususnya didalam percintaan dan membantu mereka dalam mengatasi permasalahan-permasalahan mereka mengenai cinta.
a. Relevansi bagi pembaca :
Buku ini sangat cocok untuk dibaca siapa saja, bauk remaja maupun orang tua. Banyak sekali makna yang kita dapatkan dari membaca kisah-kisah yang ada dibuku ini, khususnya bagi para remaja. Dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah-kisah yang ada dibuku ini, khususnya untuk para remaja dalam menjalani kehidupan mereka terutama dalam hal percintaan, DSan bagi para orang tua agar bisa memahami dan membantu permasalahan para remaja.
b.Anatomi buku :
1. Pendahuluan
2. Cinta 1A : Pendahuluan
3. Petunjuk membaca buku ini
4. jatuh cinta Kent Nerburn
5. Isi
6. Penutup
7. Siapakah Kimberly Kirberger?
8. Para penyumbang baskah
9. Izin
c. Profil penulis buku :
Kimberly Kirberger adalah presiden dan pendiri I.A.M for Teen (Inspiration and Motivation for Teens), sebuah perusahaan yang dibentuk khusus untuk berkarya bagi para remaja. Tujuannya adalah untuk melihat paera remaja diwakili secara lebih positif; ia yakin sekali bahwa remaja berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baikj dan positif.
Ia banyak menghabiskan waktunya untuk membaca ribuan surat kabar dan kisah yang dikirimkan kepadanya oleh para pembaca remaja, dan untuk berkeliling di seantero negeri, berbicara pada siswa-siswa sekolah menengah dan para orangtua yang mempunyai anak remaja. Ia sudah sering muncul sebagai ahli masalah remaja di banyak acara televise dan radio, antara lain Geraldo, MSNBC, dan the Terry Bradshaw Show.
Kimberly adalah coauthor dari Chicken Soup for the Teenage Soul yang menjadi bestseller dan Chicken Soup for the Teenage Soul II yang menjadi bestseller #1, juga Chicken Soup for the Teenage Soul Journal. Ia juga menjadi coauthor Chicken Soup for the College Soul, Chicken Soup for the Parent’s Soul yanfg akan terbit, Chicken Soup for the Teenage Soul III dam Chicken Soup the Teenage Soul Letters. Selain itu ia juga menjadi penulis seri Teen Love, yang meliputi buku ini dan empat judul berikutnya, tiga diantaranya berupa workbook.
Kimberly memulai Teen Letter Project bersama Jack Canfield, Mark Victor Hansen dan Health Communications, Inc. Proyek ini menjawab berbagai surat curahan hati yang diterima pari para remaja, dan juga mengulurkan tangan pada remaja-remaja yang mengalami kesulitan dan mendorong mereka untuk mencari pertolongan dari kaum professional.
d. Bagian yang dikritisi :
Menurut saya tidak ada bagian yang harus saya kritisi, karena bagi saya buku ini sudah sempurna. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dimengerti, penggunaan kata-kata yang menarik membuat saya ingin berulang kali membaca buku ini, atau bagian-bagian yang sangat menarik perhatian saya.
e. Kesimpulan :
Secara keseluruhan isi buku ini menampilkan kisah-kisah permasalahan para remaja yang dikirim melalui surat, puisi dan bahkan kisah-kisah pribadi mereka sekali pun. Banyak sekali kisah percintaan para remaja yang berakhir dengan bahagia, sedih, menyakitkan, konyol, dan kebingungan-kebingungan yang dialami oleh para remaja. Dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami dan menarik serta menyentuh hati.
TUGAS KOMPRAK 3
A. RESENSI BUKU WAJIB
1. Judul Buku : Public Relations Writing
2. Tema : Media public relations membangun citra korporat
3. Penulis : Rachmat Kriyantono, S.Sos, M. si
4. Penerbit : Kencana Prenada Media Group
5. Cetakan : Pertama, Januari 2008
6. Tebal : 264 hlm
7. Ukuran : 23 cm
Buku ini memfokuskan pembahasan pada teknik-teknik menulis dan jenis-jenis produk tulisan sebagai media Public Relations. Tujuannya agar bias digunakan sebagai sarana publisitas media. Publisitas media sangat efektif membangun pencitraan korporat. Karena itu, upaya-upaya yang bisa mempermudah menggapai publisitas media juga dibahas secara khusus dibuku ini. Buku ini juga mengupas tentang siapa sebenarnya professional PR itu, mengupas secara detail konsep-konsep pokok PR dan publisitas media, definisi pubisitas dan fungsinya dalam pemasaran global, PR dan advertising termasuk bahasan marketing PR hingga fenomena hidden advertising, juga membahas teknis praktis penulisan media publisitas, seperti company profile, press release, newsletter, newa jurnalistik hingga PR on the net dan didalam buku ini terdapat pula contoh-contoh praktis aplikasi PR, publisitas media dan dampaknya bagi citra korporat serta contoh produk-produk penulisan.
A.Bagian-bagian penting buku :
1. Persembahan dari penulis
2. Kata Pengantar
3. Pengantar Penulis
4. Daftar Isi
5. BAB 1. Apa yang dimaksud dengan PR
6. BAB 2. Menggapai Publisitas media
7. BAB 3. Dasar-dasar Penulisan
8. BAB 4. Menulis Berita
9. BAB 5. Press Release
10. BAB 6. Newsletter
11. BAB 7. Periklanan Korporat
12. BAB 8. Company Profile
13. BAB 9. Pidato dan Presentasi Bisnis
14. BAB 10. PR on the net
15. Daftar Pustaka
16. Tentang Penulis
B.Relevansi bagi pembaca (khususnya mahasiswa ilmu komunikasi) :
Buku ini tentu sangat relevan sekali bagi pembaca yang khususnya dari bidang ilmu komunikasi. Selain buku ini sangat berguna bagi jurusan public relations, buku ini pun sangat berguna bagi jurusan komunikasi lainnya seperti broadcasting dan jurnalistik. Banyak sekali manfaat yang bias kita dapatkan dodalam buku ini. Mahasiswa ilmu komunikasi bisa membaca buku ini dan pastinya akan mendapatkan banyak pengetahuan, wawasan untuk bidang kalian masing-masing.
C.Anatomi buku :
1. Persembahan dari penulis
2. Kata Pengantar
3. Pengantar penulis
4. Daftar isi
5. Isi
6. Daftar pustaka
7. Tentang Penulis
D. Bagian yang harus dikritisi :
Menurut saya bagian yang harus dikritiki adalah kata-kata yang digunakan oleh penulis. Pada isi buku ini ada dan banyaknya pemakaian istilah bahasa inggris. Sehingga kata-kata yang ditulis dengan menggunakan istilah bahasa asing itu sulit untuk dimengerti dan diingat oleh sebagian orang yang kurang bisa berbahasa inggris. Jadi lebih baik menggunakan bahasa Indonesia saja agar mudah diingat dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari, apalagi pada bagian-bagian yang penting.
E. Profil penulis buku :
Penulis bernama lengkap Rachmat Kriyantono. Lahir di Surabaya, 29 Maret 1973. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMP Negeri 1 Surabaya (1989), dan SMAN 5 Surabaya (1992), penulis melanjutkan studi di jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga dan lulus tahun 1998. Gelar Magister Sains diperoleh dari program Pascasarjana Universitas Airlangga untuk minat studi Media dan Komunikasi 2004.
Cukup banyak pengalaman penulis dalam dunia pendidikan, baik pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Suami dari Heny Nurhayati, S.E dan ayah dari Hafidz Daros Airlangga dan Annisa Zahra Rahmahani ini telah berpengalaman sebagai Dosen Ilmu Komunikasi dan Public Relations di beberapa perguruan tinggi sejak tahun 1999, selain menjadi Dosen di program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang, Dosen Public Relations Universitas Bhayangkara Surabaya, LP3I Surabaya maupun Universitas Pembangunan Nasional Surabaya. Penulis juga sebagai analis di Malang Media and Communications Center (MMCC) serta Koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya.
Selain itu juga berpengalaman sebagai instruktur di beberapa pelatihan, baik itu di bidang public relations maupun jurnalistik. Antara lain sebagai instruktur Humas dan Protokoler pada pelatihan untuk karyawan Perum Perhutani, instruktur jurnalistik dasar SMU se-Sidoarjo dan sebagainya. Sebagai announcer, scriptwriter dan reporter di beberapa radio seperti Radio Miniwatt AM, Rajawali AM, dan Surabaya ProFM. Saat ini juga aktif dalam kegiatan sosialisasi media-literacy di berbagai kalangan masyarakat. Penulis juga telah menghasilkan beberapa karya penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Karya tulis berbentuk buku yang dibuat penulis sebelum ini adalah buku Teknik Praktis Riset Komunikasi : disertai contoh-contoh praktis riset public relations, media, periklanan, dan komunikasi organisasi yang membahas secara lengkap tentang berbagai aspek Riset Komunikasi. Buku yang juga diterbitkan oleh Penerbit Kencana Prenada Media Grup Jakarta, saat ini sudah cetakan ke-2.
F. Kesimpulan :
Secara keseluruhan isi buku ini menggambarkan tentang konsep-konsep penting aktivitas PR, interaksi PR dengan bauran pemasaran lainnya, serta teknik praktis penulisan media publisitas. Lalu diperkaya dengan ulasan krtitis dunia praktis. Pembaca akan lebih mengenal secara nyata bagaimana aplikasi public relations writing, strategi press relations, , newsletter, company profile, dan lain sebagainya. Selamat membaca.
Senin, 24 November 2008
• PENULIS : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Mark dan Chrissy Donnelly, Barbara De Angelis, Ph.D
• PENERBIT : PT Gramedia Pustaka utama
• CETAKAN : Kesebelas, Januari 2008
• TEBAL : 352 hlm
• UKURAN : 20 CM
Dari judulnya saja sudah bikin kita penasaran, kira-kira apa yah isi buku ini? Ternyata buku ini berisikan tentang 71 kisah yang memberikan inspirasi tentang cinta dan kebersamaan. Buku ini menyajikan 71 kisah yang dapat menggugah hati anda, menyentuh hati anda dan kisah-kisah ini pun benar-benara terjadi dan sangat akrab dengan kehidupan kita.
Buku ini menjadi best seller internasional. Buku ini menyajikan kisah-kisah yang antara lain; tentang cinta dan kemesraan, menemukan cinta sejati, komitmen cinta, saling memahami, mengatasi rintangan dalam berhubungan, tentang kehidupan keluarga, apai yang masih membara, dan tentang cinta sejati. Yang pasti semua kisah-kisah yang ada di buku ini memberikan kita pemahaman yang indah tentang bagaimana cinta dapat mengubah hidup kita, jadi segeralah beli dan baca buku ini karena anda akan mendapatkan dan menemukan sebuah pengalaman yang baru dan sebuah inspirasi untuk menjalankan kehidupan anada dengan pasangan yang sangat anda cintai. Dan yang pasti buku ini di tulis oleh orang-orang yang memiliki pengalaman yang indah tentang cinta sehingga buku ini layak untuk di baca. Khusunya bagi anda dan pasangan anda.
· JUDUL : The Lovely Bone (tulang-tulang yang cantik)
· PENULIS : Alice Sebold
· PENERBIT : PT Gramedia Pustaka Utama
· CETAKAN : Pertama,
· TEBAL : 440 hlm
· UKURAN : 20 cm
Buku ini menceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Susie Salmon yang masih berumur 14 tahun mati dibunuh yang tidak lain dibunuh oleh tetangganya sendiri. Walaupun ia sudah meninggal, ia selalu mengamati keluarganya dari surga dan mencoba terus menerus memberikan petunjuk kepada ayah dan adik perempuannya tentang pembunuh dirinya. Disaat ayah dan adiknya mencari siapa pembunuh Susie Salmon, keluarganya didera masalah. Orang tua Susie Salmon bertengkar hebat karena belum bisa menerima kematian anak pertamanya itu. Adik bungsu Susie Salmon yang masih kecil pun masih memahami arti kata “meninggal” yang telah dijelaskan oleh ayahnya. Dengan perasaan tegar, adik perempuan Susie Salmon terus mencari siapa pembunuh kakaknya tersebut. Bagaimanakah akhir dari kisah ini?Maka dari itu untuk lebih jelasnya Anda segeralah baca buku ini.
· JUDUL : DRACULA
· PENULIS : Bram Stoker
· PENERBIT : PT Gramedia Pustaka Utama
· CETAKAN : Pertama,
· TEBAL : 528 hlm
· UKURAN : 20 cm
Seorang pemburu drakula telah lahir dari kisah ini. Van Helsing selain seorang profesor, ia pun mampu memburu dan membunuh seorang drakula yang selama berabad-abad telah memerintah gerombolan serigala, tikis dan makhluk-makhluk kegelapan yang tak bisa mati. Count Dracula itulah namanya, ia bisa berubah menjadi apa saja yang ia inginkan untuk mendapatkan mangsanya. Termasuk untuk mendapatkan Jonathan Harker yang seorang penasihat hokum.
Van Helsing dan ketiga orang teman baiknya mencoba membantu Jonathan Harker dan istrinya Mina Harker untuk mengalahkan Count Dracula dan membantu menyelamatkan istrinya yang telah digigit Count Dracula. Bagaimanakah cara mereka mengalahkan drakula itu? Ikutilah kisah menariknya ini dengan sajian cerita yang unik.
